Sebagai salah satu warisan budaya dunia UNESCO, kelestarian Candi Borobudur menjadi prioritas utama pemerintah. Memasuki tahun 2026, prosedur kunjungan ke atas struktur candi telah mengalami perubahan signifikan yang wajib diketahui oleh setiap calon wisatawan. Tanpa memahami aturan ini, perjalanan Anda mungkin hanya akan sampai di pelataran bawah saja, kehilangan kesempatan untuk menyentuh sejarah di puncak stupa.
Kewajiban Sandal Upanat dan Pemandu
Perubahan yang paling mencolok adalah kewajiban menggunakan sandal khusus bernama Upanat. Sandal ini dirancang khusus untuk meminimalkan gesekan yang dapat merusak batuan andesit candi yang mulai aus dimakan usia. Selain itu, Anda tidak diizinkan mengeksplorasi candi secara mandiri di atas struktur. Setiap grup kecil akan didampingi oleh seorang pemandu (*guide*) bersertifikat yang akan menjelaskan makna di balik 2.672 panel relief secara mendalam, menjadikan kunjungan Anda lebih edukatif.
Sistem reservasi kini sepenuhnya beralih ke platform digital. Kuota harian dibatasi secara ketat untuk menjaga beban candi (carrying capacity). PinarakJogja menyarankan Anda melakukan pemesanan tiket minimal satu minggu sebelum keberangkatan, terutama jika rencana kunjungan bertepatan dengan akhir pekan atau hari libur nasional. Pastikan juga Anda memilih kategori tiket yang tepat, yaitu "Tiket Naik Candi", karena tiket reguler hanya memberikan akses hingga ke taman sekitar saja.
Mengenai pakaian, tetap berlaku standar kesopanan tempat suci. Bahu dan lutut harus tertutup. Jika Anda mengenakan pakaian yang dianggap kurang sesuai, petugas akan menyediakan kain sarung untuk dipinjamkan. Selain itu, dilarang membawa tas besar ke atas struktur candi untuk menghindari benturan yang tidak disengaja pada relief. Mari kita jadi wisatawan yang cerdas dan bertanggung jawab demi kelangsungan Borobudur bagi generasi mendatang.
Bantu Urus Tiket Naik Candi?
Tim PinarakJogja siap membantu reservasi tiket dan memberikan panduan lengkap agar liburan Anda tanpa hambatan.
Hubungi Kami Sekarang